PRINSIP MENILAI ORANG MENJADI KAFIR

PRINSIP AHLUSSUNNAH TENTANG        MENILAI KAFIR   
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Kamis, 27 Februari 2025
🏢 Masjid Al Hidayah, Purwosari, Yogyakarta

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Melanjutkan pembahasan Buku Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, tentang bab kufur dan takfir atau menilai orang lain keluar dari islam. 
Ada 2 sekte menyimpang dalam perkara ini yakni ;
1. Khawarij yang mudah mengkafirkan
2. Murjiah yang terlalu memberikan kelonggaran, terkadang perbuatan yang jelas mengeluarkan seseorang dari islam namun tidak dinilai keluar dari islam.

Ahlus sunnah memiliki kaidah tidak mudah memvonis kufur dan takfir yakni ;
1. Pengkafiran adalah hukum syar'i tempat kembalinya adalah kepada Allah dan RasulNya. Dalam menilai harus ada landasannya, karena Allah berfirman 

وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَـٰذَا حَلَالٌ وَهَـٰذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ ﴿١١٦﴾

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta ”Ini halal dan ini haram,” untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung.[QS. An-Nahl [16] : 116]

2. Jika telah tetap keislaman seseorang maka tidak dikafirkan kecuali dengan sebab menyakinkan
3. Tidak setiap kekufuran mengeluarkan dari islam karena kufur itu ada 2 yakni kufur kecil dan kufur akbar

عن ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أنه سَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ: لَا وَالْكَعْبَةِ، فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ: لَا يُحْلَفُ بِغَيْرِ اللَّهِ، فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:«مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللهِ فَقَدْ كَفَرَ أَوْ أَشْرَكَ».
[صحيح] - [رواه أبو داود والترمذي وأحمد] - [سنن الترمذي: 1535]

Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwa dia mendengar seseorang berkata, "Tidak, demi Ka'bah!" Lantas Ibnu Umar berkata, "Janganlah engkau bersumpah atas nama selain Allah, karena aku telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,'Siapa saja yang bersumpah atas nama selain Allah, maka ia telah berbuat kekafiran atau kemusyrikan'."[Sahih] - [HR. Abu Daud, Tirmizi, dan Ahmad] - [Sunan Tirmizi - 1535]

Sumpah seperti ini termasuk syirik kecil. Akan tetapi, jika orang yang bersumpah tadi mengagungkan nama tersebut dengan pengagungan yang sama sebagaimana nama Allah atau bahkan lebih, ketika itu ia menjadi syirik besar. 

4. Tidak boleh menjatuhkan vonis kafir kepada muslim kecuali setelah ada petunjuk jelas dan terang dari Al Quran dan as Sunnah, tidak cukup dengan syubhat dan dzon, pelaku dosa besar adalah kefasikan selama tidak menghalalkan perbuatan dosanya, karena Allah berfirman

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا

Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang dibawah syirik itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.[An-Nisa Ayat 48]

Bedakan 2 hal ini ;
a. Menilai perbuatan ; tidak sama dengan menilai pelaku perbuatan, semisal ;
- perbuatan syirik, pelakunya belum tentu musyrik bisa jadi karena kebodohannya, 
- perbuatan kufur, pelakunya belum tentu kafir bisa jadi karena terpaksa, dalilnya

مَن كَفَرَ بِٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ إِيمَٰنِهِۦٓ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُۥ مُطْمَئِنٌّۢ بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَٰكِن مَّن شَرَحَ بِٱلْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Artinya: Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.[An-Nahl Ayat 106]

- dosa besar, pelakunya belum tentu orang fasik bisa jadi karena kebodohannya

b. Menilai pelaku perbuatan ; lebih rumit maka jangan menilai jika tidak memiliki data yang lengkap.

wallahu'alam
Trimakasih Semoga Bermanfaat 

Youtube;https://www.youtube.com/watch?v=-zCZjk4z2WM
Facebook;https://fb.watch/x-uRuFirYf/
#prinsip #ahlussunnah #kafir #aqidah

Comments

Popular posts from this blog

SEJAK DAHULU SUDAH ADANYA UJUB | SOMBONG MEMBUAT TERGELINCIR..WASPADA!

PERANAN GURU SANGAT BERPENGARUH PADA MURID DAN SISWANYA DALAM PENYERAPAN ILMU PENGETAHUAN

Kuatnya Mental...dengan Aqidah yang Benar